Aku tergila-gila olehmu dengan sadarnya aku mengucapkan cinta kepadamu . . .
Aku meraju' dikala engkau pangkas rasa yang menggelora ini . . . .
Aku berkata bahwa Aku mencintaimu , tetapi engkau balas kata-kata itu "jangan engkau akan terluka"
tapi aku tak pedulikan , aku berkubang dalam asmara yang harusnya tak tumbuh, bertambah hari aku pupuk rasa cinta ini dengan do'a dan harapan, waktu terus mengggiringku menanam rasa cinta ku untukmu, tak terasa tumbuh dan begitu indah , engkau mulai membuatku tak berdaya dengan gelora asmara dari mu . . .
telah aku perjuangkan dan aku korbankan waktu dan semua yang kumiliki kepadamu , namun . . .
aku seperti terjerat kuat dan tak mampu bernafas lagi ketika kau cabik-cabik hati dan perasaan ini . . .
disetiap ada kamu perasaan ini bercampur aduk menjadi beberapa rasa, ada bagian-bagian dalam hati ini yang terluka, ada bagian yang penuh dengan kerinduan, ada bagian yang mencoba berlari dari sebuah cerita yang menyakitkan tapi tak pernah mampu untuk disudahi .
pernah mencoba menyudahi setiap cerita ini tapi semuanya semu karena hanya bertahan beberapa saat saja sedang hatiku meronta-ronta saat kau menjuh dan tak ada suara.
seperti mentari yang elok dipag hari , begitulah suasana hati ini dulu saat kebahagiaan membumbung tinggi dalam tiap waktuku dan ssaat ini hati ini seperti senja yang keadaannya sunyi meski elok tapi memberikan kepiluan .
dimanakah dirimu saat ini wahai yang pernah menjadi terindah dan menjadi bagian dari nyawaku, disini aku tuangkan kepiluan ini , aku kehilangan dirimu , kehilangan semua yang pernah begitu indah darimu, dimanakah engkau .
aku merindukan hari-hariku denganmu disaat bersama berdua , makan diteani olehmu, bercanda denganmu, tertawa denganmu, berbagi kesedihan denganmu , berbagi cerita denganmu, semua tentangku dan tentangmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar