Senin, 12 Desember 2016

Yaa Rosulullah


Rahmat Allah datang menjelang kelahiran Rasulullah . . .
Hujan rahmat datang menjelang peringatan Hari lahir Rosulullah . . .
Angin berhembus tak ada henti-hentinya menyambut Hari kelahiran Rosulullah . . .
Daun-daun tak henti2nya berayun begitu riangnya di Hari kelahiran baginda , Insan Kamil Rosulullah Muhammad Shollallahu 'Alayhi wa sallam
Begitu sejuknya hembusan angin diwaktu subuh Hari ini 12 Robi'ul Awwal 1438 H.
Suasana begitu sejuknya dihari Lahir Rosulullah . . .
Burung-burung berkicau Pagi ini . . .
Dihari kelagiran Rosulullah seperti seluruh Alam Merayakan Kelahiran Rosulullah . . .
Mentari tak terlihat Garang Pagi ini , subhanallah Syafa'at Rpsulullah terasa begitu mendamaikan , subhanallah ,subhanallah ,subhanallah . . .
Wahai engkau Yaa Rosulullah cintamu kepada Umatmu tak pernah berkurang dan tak akan pernah berkurang dan terus hidup dan terasa sampai detik ini dihari kelahiranmu Wahai Kekasih Allah , Insan yang diciptakan Dengan cinta, dengan Akhlaq, dengan Kasih sayang yang sempurna dan Paling sempurna . . .
Wahai Rosulullah alfaqyr yang penuh dosa ini meminta izin kepada Allah di atas kezaliman diatas kotornya Hati dan raga ini Izinkan sajak2 ini hidup untukmuwahai tosulullah. . .
Burung-burung bersahutan memberi salam kepadamu wahai Rosulullah , Daun daun sampai detik ini tak berhenti bergerak juga hembusan Angin yang begitu sejuknya masih aku rasakan sampai detik ini . . .
Wahai Rasulullah yang selalu memikirkan Ummatnya , Wahai Rasulullah yang selalu mendoakan Ummatnya , engkau yang masih mengakui bahwa Kami adalah Ummatmu . . .
Wahai Rasulullah yang Karena syafaatmu Allah masih melihat kami yang penuh dosa dan kedhaliman . . .
Wahai engkau Rasulullah dikala Malaikat Jibril datang kepadamu dengan berita bahwa Allah sedang mengobarkan Api Neraka dan Para malaikat takut dan datang kepadamu bertabarruk ,karena engkau yaa Rosulullah adalah sumber cinta dan sayang Allah SWT kepada Alam semesta .
Wahai Rosulullah karena Kami engkau Bersujud Kepada Allah selama tiga hari tiga Malam hanya untuk meminta ampunan untuk Kami ummatmu Yaa Rosulullah. Sedang kami tak mampu memberi apapun untuk mu Wahai Rosulullah .
Wahai Rosulullah engkau adalah sumber cinta dan diri ini adalah sebuah kedzaliman diatas kedzaliman , jika masih mungkin ada setetes cinta dihati ini wahai Rosulullah izinkan diri yang hina ini memberikan cinta inj untukmu , diri ini sudah tak punya apapun untumu wahai rosul ,telah lama diri ini dibutakan oleh dunia ini ,telah aku gadaikan cinta yang seharusnya untukmu dan Allah untuk dunia yang begitu menipu ini . . .
Wahai engkau Rosulullah aku berharap berjumpa denganmu meski hanya didunia ini ,meski lewat mimpi ,meski sekejap saja diri ini yang hina ingin melihat wajahmu wahai rasulullah meski setelah itu diri ini masuk kedalam neraka Allah aku relakan semuanya asalkan diri ini diizinkan melihat wajahmu Wahai Rosulullah.
Dihari kelahiranmu ini telah engkau kucurkan kelembutan2mu sampai kedalam hati ini

Minggu, 11 Desember 2016

Iman dan yaqin


Iman berarti percaya , Percaya akan sesuatu karena sesuatu itu memiliki dasar dan sebuah Keterangan dari sumber yang Benar .
Iman Kepada Allah adalah percaya Adanya Allah , dengan dibuktikan dengan kalam-Kalam Allah, Kekuasaan Allah yang sudah tertulis didalam Kitab Suci AlQur'an.
Beriman mungkin bisa dikatakan bahwa setiap orang islam pastilah Harus beriman dan insyaallah jika ditanya tentang Keimanan kepada Allah semuanya akan menjawab saya Beriman kepada Allah atas bukti-Bukti yang ada dialam semesta dan AlQur'an .
Seorang yang Beriman Belum tentu akan mendapat Predikat Muslim karena seorang Muslim dikatakan Muslim yang sesungguhnya bukan hanya dibuktikan dengan Keimanannya saja tetapi juga harus dilihat dari ketaqwaannya kepada Allah, Orang yang Bertaqwa pun belum bisa dikatakan seorang Muslim karena semua itu menjadi Kehendak Allah , dan Hak Allah untuk memberi predikat Muslim atau tidak .
Kadar ketaqwaan kita yang mampu mengukur Hanyalah Allah semata. Menjadi orang yang Salaamu (Selamat) atas akhiratnya bukanlah urusan kita bahkan mungkin itu tidaklah sebagai tujuan kita nantinya , tetapi bagaimana kita menjadi Insan yang penuh dalam hatinya untuk mencintai Allah dan Rosulullah.
Keyaqinan adalah sebuah Hal yang mampu dicapai dan kita dapat memiliki Predikat tersebut hanya kita yang mampu mengukurnya dan mengukur kadar keyaqinan itu tidaklah kita mampu dan bukan juga orang lain karena hanya Allah yang tahu, karena kadar keyaqinan kita dengan orang lain tidak sama , sama halnya seperti bagaimana kita mengenal Allah dan Bagaimana Allah mengenalkan diri-NYA kepada kita semuanya tak sama. Ketika kita mampu mengimplementasikan hal tersebut maka insyaallah dengan kehendak Allah kita mampu menjadi insan yang rendah Hati, tidak menyombongkan diri, dan menghargai orang lain.
Sebuah keyaqinan mampu dilihat dan diyaqini ketika kita mengharapkan sesuatu yang amat sangat kita inginkan dan kita merendah kepada Allah dan Allah mengabulkan doa kita tersebut maka disanalah keyaqinan bisa tumbuh.

Kamis, 08 Desember 2016

Goresan Pena

Terkadang engkau Harus menerima semua tentang kepedihan hidupmu, Luka yang di berikan orang lain kepada kita , membalas atau balik menyakiti bukan hal yang baik karena semua itu hanyalah dendam sesaat , seandainya kita mampu membalas orang yang menyakiti kita semua itu tak akan membuat semuanya hilang karena semua itu akan menjadi kenangan. 

Terkadang hidup atau tidak rasanya tak beda ketika kepedihan datang ,ketika luka yang di tinggalkan org yang kita cintai tiba-tiba melesat dalam fikiran , terkadang mati lebih indah dari pada hidup karena Hidup menyangga derita bekas Luka dulu dan Mati akan melepaskan semua bekas luka itu. 

Ketulusan Hati akan sebuah cinta akan begitu indah, dari semua itu sebuah cinta , kasih sayang, pengorbanan, menghargai, menyayangi, setia dan Ketulusan , selain itu dari itu juga rasa sakit, kecewa, dendam, penderitaan muncul ketika semua kebaikan atas hati itu dihianati.

Cinta , sebuah kata yang mempunyai ribuan makna, ribuan Arti , sebuah kata yang mampu memberi kekuatan hidup bahkan kematian , sebuah kata yang begitu dahsyat mampu mengguncang dunia .


Kekuatan Hati

Hati tak selalu stabil menyelaraskan Rasa ,. . .
Hati adalah sumber segala sesuatu . . .
Kau menjadi Kuat Karena Hati . . .
Kau menjadi lemah karena Hati . . .
Kau mampu merasakan perbedaan dari hati . . .
Hidupmu menjadi begitu berharga karena Hati . . .
Hidupmu menjadi Hancur karena Hati . . .
Hati sumber warna kehidupan . . .
Jawaban setiap masalah adalah dari Hati . . .
Kau mampu menyikapi sebuah perbedaan dengan Hati . . .
Kau mampu melihat kebenaran dengan Hati . . .
Kau mampu melihat salah dengan Hati . . .
Hati mampu menyadarkan . . .
Mata Hati mampu menembus dimensi . . .
Mata Hati lebih tajam dari pada mata dhohir . . .


Rabu, 07 Desember 2016

Sebuah kenyataan Hidup

Tak perlu menggebu untuk mendapatkan sesuatu yg engkau inginkan karena jika gagal maka engkau akan kecewa ,lakukan semua yg ada dalam hidup ini dengan Hati yg lapang . .

Jangan memaksa orang lain menjadi seperti apa yang engkau inginkan karena itu tak akan mungkin ,hanya dengan hal orang lain akan menjadi seperti apa yang engkau inginkan ketika hati dan cintanya telah engkau genggam . . .

Cobalah untuk memikirkan setiap kata yang keluar dari mulut orang lain tentang kita meski itu berupa Cacian ataupun sanjungan karena disana terkadang ada Nasihat yang sangat berharga untuk hidupmu dimasa mendatang . . .

Jangan berikan seluruh hidupmu untuk seseorang karena setiap Hati bisa berubah kapanpun itu dan keadaan yang mampu mengubahnya . . .

Jangan terlalu percaya dan lugu kepada wanita ,karena ketika dia ingin memilikimu maka ia akan memberikan semua yang engkau mau , terkadang ketika wanita ingin diperhatikan karena rasa sakit hatinya kepadamu maka dia mampu membuat cerita itu menjadi lebih tragis dari sebenarnya agar engkau merasa kasihan dan perhatian . . .

Biografi AlArifbillah AlQutbil Irsyaad Wal Bilad Alhabib Abdullah Bin Alwi Alhaddad


Abdullah bin Alawi al-Haddad
Abdullah bin Alawi al-Haddad
Gelar Al-Imam, Syaikh al-Islam, Quthb ad-Da'wah wa al-Irsyad
Nama Abdullah
Nasab bin Alawi bin Muhammad
Nisbah al-Haddad
Lahir 5 Shafar 1044 H/30 Juli 1634
Tarim, Hadramaut, Yaman
Wafat 7 Dzulqa'dah 1132 H/10 September 1720
Tarim, Hadramaut, Yaman
Kebangsaan Yaman
Etnis Arab
Zaman Abad ke-12 Hijriyah
Firkah Sunni, Asy'ariyah, Sufi
Mazhab Fikih Syafi'i
Minat utama Fikih, Aqidah
Karya yang terkenal Ratib al-Haddad
Abdullah bin Alawi bin Muhammad al-Haddad (bahasa Arab: عبد الله بن علوي بن محمد الحداد), (lahir di Tarim, Hadramaut, Yaman, 30 Juli 1634 – meninggal di Tarim, Hadramaut, Yaman, 10 September 1720 pada umur 86 tahun) adalah seorang ulama dalam bidang fikih dan aqidah asy'ariyah, Ia mendapatkan gelar Syaikh al-Islam, Quthb ad-Da'wah wa al-Irsyad dan dikenal sebagai Pembaharu Tarekat Alawiyyah.


Syaich AlIslam Alqutbil 'Ibaad wal Bilaad AlHabib Abdullah bin Alawi al-Haddad memiliki 140 guru, di antaranya adalah:

1. Abdullah bin Syaikh Maula 'Aidid
2. Umar bin Abdurrahman al-'Aththas
3. Abdullah bin Ahmad Bilfaqih
4. Aqil bin Abdurrahman as-Saqaf
5. Sahl bin Ahmad Bahasan al-Hudaili Ba'alawi
6. Muhammad bin Alawi as-Saqaf, Ulama Makkah

Selasa, 06 Desember 2016

Pelajaran Alam

Aku berselimut dingin terhempas oleh air hujan, dibagian bumi yang begitu terang tak selalu cerah karena terkadang Hujan turun tanpa perantara mendung . . .
Butiran hujan seperti berkejaran melesat ke bumi menerpa kerasnya tanah karena kemarau . . .
Aku teruskan perjalananku menyusuri jalan panjang yang tak berujung , disisi-sisinya terlihat begitu tehampar hijau . . .
Terkadang mimpi memberikan Harapan akan sesuatu yang entah akan menjadi nyata atau tidak . . .
Terkadang tanpa sadar alam ini memberi pelajaran seperti sebuah Kacang yang terpendam, meski tak terlihat tapi selalu berkembang didalam tanah , meski bentuk kadang berselaput tanah tapi didalamnya penuh dengan isi yang bersih, dari sana kita diajari bahwa bentuk dhohir manusia tak selalu menjadi sebuah nilai untuk isi (Hatinya, Ilmu,kebaikan,kebenaran) .
Dari pohon kita belajar bahwa pada saatnya ranting baru akan tumbuh dan ranting yg lama akan gugur daunnya pun menua dan jatuh ke tanah , hal itu juga mengajari bahwa suatu saat kita pun seperti layaknya daun kering itu.

Makna Kehidupan

mentari akan seperti itu yang indah dan menghangatkan dikala pagi ketika menembus kabut-kabut yang masih menutupi dunia ini . . .
dan juga Senja akan tetap elok dan begitu menenangkan ketika beranjak menyelesaikan tugasnya ke belahan kehidupan yang lain . . .
engkau tak pernah tahu kapan kepedihanmu akan berakhir dan kebahagiaanmu terputus . . .
ketika engkau terluka oleh sebuah cinta engkau tak sadar bahwa alam tahu dan mendengar kepiluan hatimu, maka ceritakanlah kepada Alam tentang semua yang kau jalani . . .
jangan buat hatimu terluka karena kau tak pantas untuk dilukai , buatlah suatu kisah dimana semuanya akan melihat kisah itu sebagai sejarah atau legenda . . .
Tetaplah tensenyum dan tertawa meski janji-janjimu telah di hianati dan pengorbananmu tersia-siakan . . .
Ada gelisah didalam Hati ada kerinduan yang mendalam juga . . .
Setiap rasa memiliki makna dalam setiap Lidah , tak akan ada yang tahu dan mengerti tentang kepedihanmu dan sebaliknya kau juga tak akan mengerti tentang kepedihan orang lain . . .
Seberat apapun kepedihan yang kita rasakan hanya diri kita yang mampu mengobati , setiap orang punya batas kekuatan dalam menahan sebuah Rasa, . . .
Rasa manis yang aku rasakan belum tentu sama dengan yang orang lain rasakan, mungkin juga jika rasa manis dilidah ini seperti ini juga tidak akan pernah sama dilidah orang lain .
Dari Hal diatas jika kita mampu memahami dan memaknai sebuah rasa maka kita tak akan mudah merendahkan, meremehkan orang lain karena kita mempunya rasa dalam hidup yg berbeda dan itu adalah suatu anugerah .
Maka jadilah Orang yang Bijaksana dengan memahami sebuah Rasa.

Senin, 05 Desember 2016

Engkau tak pernah tahu kapan cinta yang sesungguhnya menghampirimu  . . .
Meski engkau kejar sampai batas usiamu jika belum bertemu maka tak akan pernah bertemu . . .
Beberapa kenangan dimasa lampau kadang muncul terbawa senja . . .
Pernah terluka dan juga pernah begitu bahagia . . .
Bahagia itu seperti bui tak sampai beberapa lama akan hancur begitu juga rasa sakit . . .
Kau tak pernah tahu bahwa sebuah janji mampu menghabisi hidupmu
Karena sebuah janji engkau berharap . . .
Karena sebuah janji engkau berjuang dalam kerasnya dunia . . .
Karena Janji luka menjadi nikmat . . .
Karena sebuah janji engkau korbankan semua hidupmu . . .
Karena Janji engkau bertahan dengan kepedihan . . .
Dan tahukah kau janji apakah itu , adalah Sebuah Janji untuk sebuah HATI dan CINTA . . .
Maka jangan pernah ungkapkan Janji jika engkau tak akan pernah mampu membuat janji itu nyata ,karena akan ada yang terluka dan kecewa akan janji itu.

Kehilangan

Aku tergila-gila olehmu dengan sadarnya aku mengucapkan cinta kepadamu . . .
Aku meraju' dikala engkau pangkas rasa yang menggelora ini . . . .
Aku berkata bahwa Aku mencintaimu , tetapi engkau balas kata-kata itu "jangan engkau akan terluka"
tapi aku tak pedulikan , aku berkubang dalam asmara yang harusnya tak tumbuh, bertambah hari aku pupuk rasa cinta ini dengan do'a dan harapan, waktu terus mengggiringku menanam rasa cinta ku untukmu, tak terasa tumbuh dan begitu indah , engkau mulai membuatku tak berdaya dengan gelora asmara dari mu . . .
telah aku perjuangkan dan aku korbankan waktu dan semua yang kumiliki kepadamu , namun . . .
aku seperti terjerat kuat dan tak mampu bernafas lagi ketika kau cabik-cabik hati dan perasaan ini . . .
disetiap ada kamu perasaan ini bercampur aduk menjadi beberapa rasa, ada bagian-bagian dalam hati ini yang terluka, ada bagian yang penuh dengan kerinduan, ada bagian yang mencoba berlari dari sebuah cerita yang menyakitkan tapi tak pernah mampu untuk disudahi .
pernah mencoba menyudahi setiap cerita ini tapi semuanya semu karena hanya bertahan beberapa saat saja sedang hatiku meronta-ronta saat kau menjuh dan tak ada suara.

seperti mentari yang elok dipag hari , begitulah suasana hati ini dulu saat kebahagiaan membumbung tinggi dalam tiap waktuku dan ssaat ini hati ini seperti senja yang keadaannya sunyi meski elok tapi memberikan kepiluan .

dimanakah dirimu saat ini wahai yang pernah menjadi terindah dan menjadi bagian dari nyawaku, disini aku tuangkan kepiluan ini , aku kehilangan dirimu , kehilangan semua yang pernah begitu indah darimu, dimanakah engkau .

aku merindukan hari-hariku denganmu disaat bersama berdua , makan diteani olehmu, bercanda denganmu, tertawa denganmu, berbagi kesedihan denganmu , berbagi cerita denganmu, semua tentangku dan tentangmu.

Pasal I Kitab Alhikam Ibnu Athaillah : SEBAGIAN DARIPADA TANDA BERSANDAR KEPADA AMAL (PERBUATAN ZAHIR) ADALAH BERKURANGAN HARAPANNYA (SUASANA HATI) TATKALA BERLAKU PADANYA KESALAHAN.

Ketika sebuah Amal tidak di dasari oleh hati maka semua tindakannya akan menjadikan kurang keikhlasan dalam Amal tersebut , ketidak ikhlsan inilah yang akan menjadikan amal yang kita lakukan tidak membekas dalam tingkah laku kita, karena setiap amal yang didasari dengan hati yang ikhlas akan membekas dalam diri seseorang yang akan ter Implementasikan dalam kehidupan seseorang tersebut.

Begitu berpengaruh sebuah hati akan tiap -tiap yang kita lakukan dan menjadi sebuah dasar juga tolak ukur akan sebuah kebaikan. ketika seseorang mempunyai keikhlasan dalam Hatinya untuk melakukan amal maka hilanglah dari dirinya sifat ingin dipuja, ingin diketahui Amalnya oleh orang-orang karena dia tidak menyandarkan semua Amal yang di lakukannya dalam Pandangan Dhohir manusia.

Secara tidak langsung hati menjadi sumber dan pengaruh dalam diri manusia , manusia yang tidak menyandarkan amalnya pada pandangan manusia maka dia tak akan merasakan sakit meski dicaci, di rendahkan , dan di Fitnah karena semua amalnya didasari oleh hati , karena hati sumber sebuah Kebenaran.




Sebuah Harapan . . .

Terlihat Kabut masih menjaga dan menyelimuti pagi . . .
mendung diutara pagi ini tak mampu terbendung . . .
langit mengabu dan sunyi menyatu dalam-dalam . . .
aku berlari menyibak kabut sunyi mencari serpihan hati, kenangan-kenangan indah, cinta yang tak pernah kulihat lagi . . .
waktu akan menggiringmu memutari roda kehidupan ini . . .
rintik hujan datang memabngun kelelapan dan menuntun mata ini untuk merapat . . .
sudah berapa banyak luka yang menggerogoti hati ini namun tak kunjung sembuh . . .
bebrapa waktu lalu bayanganmu datang membuatku terperanjak bangun .. . .
aku kejar bayanganmu sampai ketepi sebuah muara yang dalam , disana masih terlihat bayang-bayang yang lain . . .
terkadang lelah menghampiri dikala raga ini telah lelah . . .
masihkah ada keindahan-keindahan yang akan aku rasakan di balik bilik dunia ini . . .

By : Hans Alfaqyr

Minggu, 04 Desember 2016

10 Kata Bijak Semar

Kata Bijak Semar





Semar adalah salah satu tokoh pewayangan Punakawan. Dalam dunia pewayangan, Semar diceritakan sebagai tokoh abdi dan penasehat untuk golongan kesatria, meskipun hanya sebagai abdi, tapi Semar dianggap sebagai simbol dualisme.
1. Urip iku Urup
Hidup itu merupakan nyala jiwa. Hidup itu hendaklah selalu memberikan mamfaat bagi setiap manusia disekitar kita.
2. Memayu hayuning bawana, ambrasta dur hangkara
Wajib hukumnya berusaha memberikan keselamatan, kebahagian, dan kesejahteraan serta membuang jauh sifat angkara murka, serakah dan tamak.
3. Sura dira jaya jayaningrat, leburing dening pangastuti
Semua sifat picik, keras hati dan angkara murka, cuma bisa dikalahkan dengan sikap yang bijaksana, lembut hati dan sabar.
4. Ngluruk tanpa bala, menang tanpa ngasorake, sakti tanpa aji-aji, sugih tanpa bandha
Berjuanglah tanpa membawa massa, menanglah tanpa harus merendahkan dan mempermalukan, berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan, kekayaan, dan keturunan, kaya tanpa harus didasari hal-hal yang bersifat materi
5. Datan serik lamun ketaman, datan susah lamun kelangan
Jangan mudah sakit hati saat musibah dan hasutan menimpamu, jangan sedih jika kehilangan sesuatu.
6. Aja gumunan, aja getunan, aja kagetn, aja aleman
Jangan mudah takjub, jangan mudah menyesal, jangan mudah terkejut dengan suatu hal, jangan manja.
7. Aja ketungkul marang kalungguhan, kadonyan, lan kemareman
Jangan pernah terobsesi dengan kedudukan, materi, dan kepuasan yang bersifat duniawi.
8. Aja kuminter mundak keblinger, aja cidra mundak celaka
Jangan pernah merasa paling pintar agar tidak salah arah. Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka.
9. Aja milik barang kang melok, aja mangro mundak kendho
Jangan mudah terpesona dengan hal-hal yang bersifat mewah, cantik dan indah. Jangan pernah ragu dalam suatu hal, agar tetap selalu semangat.
10. Aja adigang, adigung, adiguna
Jangan suka pamer kekuasaan, kekayaan, dan kemampuan

Mutiara kalam dari Sayyidina Ali Bin Abi Tholib Karomallahu Waj-ha :

"Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun, karena yang menyukaimu tidak butuh itu. Dan yang membencimu tidak percaya itu.”

“Kezhaliman akan terus ada, bukan karena banyaknya orang-orang jahat. Tapi karena diamnya orang-orang baik.”


“Setiap orang yang hendak dijemput oleh ajalnya meminta lebih banyak waktu. Sementara semua orang yang masih memiliki waktu membuat alasan untuk menunda-nunda.”


“Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya, ketulusannya sesuai dengan kadar kemanusiaannya, keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan jahat, dan kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya terhadap kehormatan dirinya.”


“Kemarahan dimulai dengan kegilaan dan berakhir dengan penyesalan.”


“Selemah-lemah manusia ialah orang yang tak mau mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yg menyia-nyiakan sahabat yang telah dicari.”


"Telanlah amarahmu sebab kau tidak pernah menemukan minuman yang dapat meninggalkan rasa lebih manis dan lebih lezat daripada itu."


"Sisihkan gelombang-gelombang kerisauan dengan kekuatan kesabaran dan keyakinan."


"Jangan sekali-kali menyebabkan keluargamu paling menderita karenamu."


"Bagianmu yang sesungguhnya dari dunia ini adalah yang memberimu kehormatan diri."


"Jika kau biasakan dirimu meratapi segala yang hilang darimu, seharusnya engkau juga meratapi segala hal yang tidak kau peroleh."


"Dua jenis manusia yang tak kan merasa kenyang selama-lamanya: pencari ilmu dan pencari harta."


"Barangsiapa yang melanggar batas kebenaran pasti kehilangan arah."


“Perkataan sahabat yang jujur lebih besar harganya daripada harta benda yang diwarisi dari nenek moyang.”


“Allah telah memberikan petunjuk kepadaku sehingga aku bisa mengenali diriku sendiri dengan segala kelemahan dan kehinaanku.”


“Pengkhianatan yang paling besar adalah pengkhianatan umat, sedang pengkhianat yang paling keji yaitu pengkhianatan pemimpin.”


"Sekiranya Allah tidak mengancam orang berdosa dengan hukuman-Nya sekalipun, sudah sewajarnya Ia ditaati sebagai ungkapan syukur atas nikmat dan karunianya."


"Dosa yang paling berbahaya adalah dosa yang diremehkan oleh pelakunya."


"Allah mewajibkan atas orang bodoh agar ia belajar sebagaimana ia mewajibkan atas orang pandai agar mengajarkan kepandaiannya."


"Alangkah indahnya sikap merendah hati dari kaum hartawan terhadap kaum fakir miskin, demi memperoleh keridaan Allah. Namun yang lebih indah lagi adalah ketinggian hati kaum fakir miskin atas para hartawan disebabkan keyakinan kuat mereka akan jaminan Allah."


"Orang yang berdoa tanpa beramal sama halnya seperti pemanah tanpa busur."


"Memuji seseorang lebih daripada yang ia berhak menerimanya sama saja menjilatnya. Tetapi melalaikan pujian bagi orang yang berhak menerimanya menunjukkan kebodohan dan kedengkian."


“Ilmu itu lebih baik daripada harta, ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu akan berkurang jika dibelanjakan tetapi ilmu akan bertambah jika diamalkan.”


“Lebih baik engkau mengalah sedang engkau sebagai orang yang adil, daripada engkau memilih menang dalam keadaan engkau sebagai orang yang zhalim.”


“Janganlah engkau mengucapkan perkataan yang engkau sendiri tak suka mendengarnya jika orang lain mengucapkannya kepadamu.”


“Janganlah engkau mengecam iblis secara terang-terangan, sementara engkau adalah temannya ketika dalam kesunyian.”


“Sahabat sejati adalah belahan ruh, Saudara adalah belahan badan.”


"Bergaullah dengan cara mengundang ratap tangis orang bila engkau meninggal dunia, dan tariklah simpati mereka selama engkau masih hidup bersama mereka."


"Sebodoh-bodoh manusia adalah yang tidak mampu mendapatkan kawan-kawan untuk dirinya, tetapi yang lebih bodoh lagi adalah membiarkan kawan-kawannya pergi setelah mendapatkannya."


"Orang yang tertinggal karena kurangnya amal tidak akan dapat menyusul dengan kemuliaan nasabnya."


"Kemenangan diperoleh dengan kebajikan. Kebajikan diperoleh dengan berpikir secara mendalam dan benar. Pikiran yang benar adalah dengan menyimpan sebaik-baik rahasia."


“Sabar ada dua hal, yaitu : sabar terhadap apa yang kau benci, dan sabar terhadap apa yang kau suka.”


“Barangsiapa menyalakan api fitnah, maka dia sendiri yang akan menjadi bahan bakarnya.”


“Memaafkan adalah kemenangan terbaik.”


“Balas dendam terbaik adalah hanya dengan memperbaiki diri sendiri.”


“Hiburlah hatimu, siramilah ia dengan percikan hikmah. Seperti halnya fisik, hati juga merasakan letih”.Lidah orang yang berakal berada di belakang hatinya, sedangkan hati orang bodoh berada di belakang lidahnya."


"Suatu perbuatan buruk yang kau sesali lebih utama di sisi Allah daripada perbuatan baik yang membuatmu bangga akan dirimu."


"Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya. Ketulusannya sesuai dengan kadar kemanusiaanya. Keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap kejahatan. Dan kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya akan kehormatan dirinya."


"Jangan sekali-kali merasa malu memberi walaupun sedikit, sebab tidak memberi sama sekali pasti lebih sedikit nilainya."


"Menjaga air muka adalah hiasan bagi orang miskin, sebagaimana syukur adalah hiasan bagi orang kaya."


"Apabila sesuatu yang kau senangi tidak terjadi maka senangilah apa yang terjadi."


"Setiap nafas seseorang adalah sebuah langkah menuju ajalnya."


"Tiada kekayaan lebih utama daripada akal. Tiada kepapaan lebih menyedihkan daripada kebodohan. "


"Tiada warisan yang lebih baik daripada pendidikan. Dan tiada pembantu yang lebih baik daripada musyawarah."

"Kesabaran itu ada dua macam: sabar atas sesuatu yang tidak kau ingin dan sabar menahan diri dari sesuatu yang kau ingini."


"Pertolongan Allah diberikan kepada seseorang sekadar beratnya beban yang dipikulnya."


"Keresahan (sikap mengeluh) adalah setengah dari ketuaan."


"Mintalah curahan rezeki Allah dengan banyak bersedekah."


"Tidak sepatutunya seseorang merasa aman tentang dua hal: kesehatan dan kekayaan. Sekarang kelihatannya sehat, tiba tiba ia jatuh sakit. Sekarang ia kaya, tiba-tiba jatuh miskin."


"Tidak baik berdiam diri tentang sesuatu yang diketahui dan tidak baik berbicara tentang sesuatu yang tak diketahui."


“Orang-orang yang suka berkata jujur mendapatkan tiga hal : kepercayaan, cinta, dan rasa hormat.”


“Jangan membenci siapapun, tidak peduli berapa banyak mereka bersalah padamu. Hiduplah dengan rendah hati, tidak peduli seberapa kekayaanmu. Berpikirlah positif, tidak peduli seberapa keras kehidupanmu. Berikanlah banyak, meskipun menerima sedikit. Tetaplah berhubungan dengan orang-orang yang telah melupakanmu, dan ampuni yang bersalah padamu. Jangan berhenti berdoa untuk yang terbaik bagi orang yang kau cintai.”


"Cabutlah kejahatan dari dalam hati saudaramu dengan mencabutnya dari dalam hatimu sendiri."

"Bila kau cemas dan gelisah akan sesuatu, masuklah ke dalamnya sebab ketakutan menghadapinya lebih menganggu daripada sesuatu yang kau takuti sendiri."


"Sebagian orang beribadah kepada Allah semata-mata karena mengharapkan imbalan, dan itulah ibadahnya para pedagang. Sebagian lagi beribadah karena taku terkena hukuman, . dan itulah ibadahnya para hamba sahaya. Dan sebagian lagi beribadah karena bersyukur kepada Allah, dan itulah ibadahnya orang-orang yang merdeka jiwanya."


"Barangsiapa menempatkan dirinya di tempat-tempat yang mencurigakan janganlah ia menyalahkan orang lain yang berburuk sangka kepadanya."


"Pergunjingan adalah puncak kemampuan orang-orang yang lemah."


"Apabila kau jatuh miskin, berdaganglah dengan Allah, yaitu dengan cara memperbanyak sedekah."


"Pekerjaan tangan yang paling sederhana sekalipun demi mempertahankan harga diri seseorang, jauh lebih utama daripada kekayaan yang disertai penyelewengan."

“Seorang teman tidak bisa dianggap teman sampai ia diuji dalam tiga kesempatan : di saat membutuhkan, di belakang Anda, dan setelah kematian Anda.”


“Orang yang terlalu memikirkan akibat dari sesuatu keputusan atau tindakan, sampai kapanpun dia tidak akan menjadi orang yang berani.”


“Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak.”

Mencukupkan diri dengan sesuatu yang berada di tanganmu lebih kusukai bagimu daripada usahamu memperoleh apa yang ada di tangan orang lain. Pahitnya kegagalan untuk memiliki sesuatu, lebih manis daripada memintanya dari orang lain."

"Bila sikap lemah lembut hanya mengakibatkan timbulnya kekerasan maka kekerasan adalah suatu bentuk kelembutan hati."


"Adakalanya yang sedikit lebih berkah daripada yang banyak."


“Ilmu tanpa akal ibarat seperti memiliki sepatu tanpa kaki. Dan akal tanpa ilmu ibarat seperti memiliki kaki tanpa sepatu.”


“Angin tidak berhembus untuk menggoyangkan pepohonan, melainkan menguji kekuatan akarnya.”


“Orang yang tidak menguasai matanya, hatinya tidak ada harganya.”

Bersegeralah menggunakan kesempatan yang ada sebelum ia berubah menjadi penyesalan.

"Sebagian obat justru menjadi penyebab datangnya penyakit, sebagaimana sesuatu yang menyakitkan adakalanya menjadi obat penyembuh.


"Tidak ada gunanya seorang penolong yang selalu menghina atau teman yang selalu berburuk sangka."


"Kuasailah musuhnya dengan kebajikan. Itulah yang paling manis di antara kemenangan."

"Semulia-mulia kekayaan milik pribadi adalah meninggalkan banyak keinginan."

"Jika engkau ingin mengetahui watak seseorang, maka ajaklah dia bertukar pikiran denganmu. Sebab, dengan bertukar pikiran itu, engkau akan mengetahui kadar keadilan dan ketidakadilannya, kebaikan dan keburukannya "


"Jadilah orang yang dermawan tapi jangan menjadi pemboros. Jadilah orang yang hidup sederhana, tetapi jangan menjadi orang yang kikir."


Senin, 28 November 2016

HABIB UMAR BIN HAFID MENANGIS


MERDUNYA QOSIDAH UMMI

Subhanallah , Kita bisa selalu berbakti kepada Orang Tua selagi Beliau Masih Hidup

Kalam Alhabib Abdullah BIn Alwi AlHaddad

ألا يا الله بنظرة
أَلاَ يَا الله  بِنَظْرَة مِنَ الْعَيْنِ الرَّحِيْمـَة
Ya Allah ! limpahkanlah kurnia rahmat-Mu
تُدَاوِي كُلَّ مَا بِي مِنْ أَمْرَاضٍ سَقِيْمَة
Yang dapat menyembuhkan semua penyakit-penyakit yang ada padaku
ألاَ ياَ صَاحِ  يا صَاحِ لاَ تَجْزَعْ وتَضْجَرْ
Wahai kawanku! Wahai kawanku! Janganlah engkau gelisah dan jangan bosan
وسَلِّمْ لِلْمَقَادِيْـر كَيْ تُحْمَدْ وتُؤْجـَرْ
Serahkanlah pada takdir  agar engkau dipuji dan di beri pahala
وَكُـنْ رَاضِي بِمَا قَدَّرَ المَوْلَى ودَبَّـر
Dan jadilah hamba yang redha atas apa yang telah di takdirkan Allah, dan diaturkanNya
وَلاَ تَسْخَطْ قَضَا اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ اْلأَكْبَر
Dan janganlah engkau ingkar akan takdir Allah Tuhan Arsy yang Maha Besar
وَكُنْ صَابِرْ وَشَاكِرْ
Jadilah engkau orang yang bersabar dan bersyukur
تَكُنْ فَائِزْ وَظَافِـرْ
Maka engkau akan menjadi orang yang berjaya dan menang
وَمِنْ أَهْلِ السَّرَائـِر
Dan menjadi kelompok orang  orang  ahli sir (rahsia)
رِجَالِ اللهِ مِنْ كُلِّ ذِيْ قَلْبٍ مُنـَوَّرٍ
Yaitu hamba-hamba Allah yang memiliki hati yang bercahaya
مُصَفًّى مِنْ جَمِيْعِ الدَّنَسِ طَيِّبٍ مُطَهَّرٍ
Yang bersih dari segala noda (kotoran hati), baik dan suci
وَذِهْ دُنْيـَا دَنِيـَّة حَوَادِثُهَا كَثِـيْرَة
Dunia ini hina, dan banyak kejadian-kejadiannya
وَعِيْشَـتُهَا حَقِيْرَة وَمُدَّتُهَا قَصـِيْرَة
Dan kehidupan dunia itu hina, serta masa untuk hidup itu singkat
وَلاَ يَحْرِصْ عَلَيْهَا سِوَى أَعْمَى الْبَصِيْرَة
Dan tidak ada orang yang rakus akan dunia melainkan orang yang buta hatinya
عَدِيْمُ الْعَقْلِ لَوْ كَانَ يَعْقِلْ كَانَ أَفْكـَر
Yang tidak berakal, yang apabila ia benar-benar berakal ia akan berfikir
تَفَكِّرْ فِي فَنَاهـَا
Berfikirlah akan dunia yang  tidak kekal
وَفِي كَثْرَةِ عَنَاهَا
Dan  penderitaannya (dunia) yang banyak.
وَفِي قِلَّةِ غِنَاهـَا
Dan akan kekayaannya (dunia) yang sedikit.
فَطُوْبَى ثُمَّ طُوْبَى لِمَنْ مِنْـهَا تَحَـذَّرْ
Maka beruntunglah dan sungguh beruntung bagi siapa yang berhati-hati dari pada Dunia
وَطَلَّقَهَا وَفِي طَاعَةِ الرَّحْمنِ شَمَرْ
Dan menceraikannya (dunia), dan bersiap-siap menuju kepada ketaatan Allah.
أَلاَ يَا عَيْن جُوْدِيْ بِدَمْعٍ مِنْكِِ سَائِـلْ
Wahai mata! Curahkanlah dari padamu air mata yang mengalir
عَلَى ذَاكَ الْحَبِيْبِ الَّذِيْ قَدْ كَانَ نَازِلْ
Untuk seorang kekasih yang telah di utus (Nabi Muhammad s.a.w.)
مَعَنَا فِي الْمَرَابِعْ وَأَصْبَحَ سَفَر رَاحِلْ
Ia bersama kami dan sekarang telah pergi
وَأَمْسَى الْقَلْبُ وَالْبَالُ مِنْ بَعْدِهِ مُكَدَّر
Maka hati ini setelah kepergiannya menjadi menjadi sedih
وَلكـِنْ حَسْبِيَ الله
Akan tetapi cukup bagiku, Allah
وَكـُلُّ الأَمْرِ للـهِ
Dan segala urusan akan kembali pada Allah
وَلاَ يَبْقَى سِوَى الله
Dan tiada yang kekal kecuali Allah
عَلَى بَشَّارِ جَادَتْ سَحَائِبْ رَحْمَةِ الْبَرّ
Semoga Allah memberikan curahan rahmatnya atas penghuni Bassyar (tiga tempat pengkuburan para Auliya).
وَحَيَّاهُمْ بِرَوْحِ الرِّضـَا رَبِّي وَبَشَّـرْ
Dan semoga Dia (Allah) mencurahkan keredhaannya atas mereka serta memberi khabar gembira
بِهَـا سَادَاتُـنَا وَالشُّيُوْخُ الْعَارِفُوْنَـا
Disana terdapat tuan-tuan dan guru-guru kami yang arif
وَأَهـْلُوْنَا وَأَحْبـَابِ قَلْبِيْ نَازِلُوْنَـا
keluarga kami dan orang-orang yang kami cintai
وَمَنْ هُمْ فِي سَرَائِرِ فُؤَادِيْ قَاِطِنُوْنَـا
Dan mereka orang-orang yang berada dalam lubuk hatiku
بِسَاحَةِ تُرْبِهَا مِنْ ذَكِيِّ الْمِسْكِ أَعْطَر
Mereka berada di tempat yang debunya tercium aroma bau kasturi
مَنَازِلُ خَيْرِ سَادَة
Tempat-tempat persinggahan bagi sebaik-baik manusia
لِكُلِّ النَّاسِ قَادَة
Mereka pemimpin bagi umat manusia
مَحَبَّتَهُمْ سَعَادَة
Dalam mencintai mereka terdapat kebahagiaan
أَلاَ يَا بَخْت مَنْ زَارَهُمْ بِالصِّدْقِ وانْدَر
Sungguh beruntung bagi siapa yang menziarahi mereka dengan tulus dan datang
إِلَيْـهِمْ مُعْتَنـِي كُلُّ مَطْلُوْبِهِ تَيَسـَّرْ
Kepada mereka dengan penuh perhatian maka semua permintaannya akan Dipermudahkan